Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #part 11

Di tepi sungai dengan arus air yang cukup deras, di balik bongkahan batu nampak mahluk hijau berulang ulang menenggelamkan kepalanya ke air sampai ke batas leher, mengibas-ngibaskan kepala, menjulur-julurkan lidah dan menggosok-gosokan mulutnya ke punggung.

BIAJINGAAAAANNNNN .. AMBUNE KOK KOYO TAI BOSOK... HAJINDUL!! PANGANAN OPO IKI!! Mahluk hijau berteriak kesal sambil terus menerus membersihkan muka dan berkumur-kumur dengan air sungai, sesekali meludah dan menahan gejolak perutnya yang terus berontak karena mual oleh aroma yang meledak di kepalanya tadi.

Air sungai ternyata belum mampu mengusir aroma dahsyat di sekitar mulut dan kepalanya, Mahluk hijau semakin sewot karena belum berhasil mengeluarkan gumpalan berserat yang masuk dan nyangkut di gigi dalamnya.

Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini ...............................................

Setelah puas membersihkan diri, mahluk hijau kemudian berlari menuju ke arah pohon tempat dimana sogon terperangkap.

namun tiba-tiba mahluk hijau menghentikan jalannya, matanya kadang membelalak kadang menyipit memandang ke bagian atas pohon, seperti sedang memfokuskan suatu objek. kemudian dia mengangkat lehernya tinggi-tinggi, mendorong kepalanya kesebuah ranting pohon kecil yang menjuntai hampir menyentuh tanah, melilit bagian ranting yang agak besar

namun belum sempat semua tubuhnya berpindah ke atas ranting, ekor yang masih berada di atas tanah tiba-tiba seperti ada yang memegang, makhluk hijaupun segera menghentikan gerakannya dan memutar balik kepalanya melata menuju ke bawah

Ohh ternyata kamu rupanya.. berani sekali menghentikan langkahku!!! merasa kesal ular hijau langsung menjatuhkan tubuhnya ke arah sosok yang menginjak ekornya, namun sosok itu berhasil melompat dan berdiri tidak jauh darinya

Jabingan!!!! mata mahluk hijau melotot tajam sambil meliukan kepalanya ke arah sosok hitam putih tidak jauh darinya, dan langsung melancarkan serangan, kepala mahluk hijau langsung berayun ke arah sosok hitam putih seperti iron hook milik franco, namun sosok itu dengan mudah menghindari serangan tersebut, mendapati serangannya yang hanya menghantam angin, mahluk hijau makin geram, tak disangka dia langsung mengibaskan ekornya ke arah sosok hitam putih, karena tidak mengira akan mendapat serangan cepat yang kedua, akhirnya sosok itu terpental dan terguling-guling beberapa langkah ke samping

Sial!!! aku harus lebih hati-hati, sosok hitam putih langsung bangun dan mengatur mode siaga

Belum kapok juga!! teriak mahluk hijau semakin geram, sambil meluncur ke arah sosok hitam putih, seperti tak mau memberi nafas, dia terus menerus melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah sosok hitam putih, mengayunkan kepala dan mengibaskan ekornya berkali-kali

karena merasa kewalahan, dan tak mungkin menang jika menghadapinya dalam jarak dekat, akhirnya sosok hitam putih itu terbang menghindar ke ranting pohon yang tinggi, jauh dari jangkauan mahluk hijau

Bastardddd!!! pengecut kamu!! mahluk hijau merasa sangat geram karena tidak bisa menjangkau sosok hitam putih, ia tidak akan mungkin bisa lagi melancarkan serangan, dengan raut muka dan sorotan mata licik, akhirnya ular hijaupun tersenyum setengah, bibir kanan sedikit naik dan mata menyipit dab melirik tajam ke kanan, terlihat sekali dia sedang merencanakan sesuatu

Suren!! hati-hati!! dia pasti sedang menyusun cara liciknya untuk menyerangmu!! mendengar teriakan dari balik daun di samping pohon tempat ia berdiri, ia langsung memutar kepalanya, menyapu pandangan ke sekeliling untuk mendapati pusat suara itu. "seperti suara kacer, jangan-jangan itu beneran dia" suren berkata lirih sambil terus memfokuskan pandangan mencari pusat suara

melihat tingkah temannya yang sangat lucu dan terlihat seperti burung bloon karena tolah toleh.. gelang geleng kepala, tengak tengok ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah, ke depan dan kebelakang.. akhirnya sambil tertawa, kacerpun terbang mendekat dan hinggap tepat di samping suren

sudah kuduga!! ternyata itu beneran kamu, syukurlah kamu masih hidup, suren berkata lirih dengan nada agak mengejek sambil tertawa

panjang kali lebar mereka bercerita, sambil tertawa cekikikan, kadang saling toyor, saling tendang atau saling tabok.. mereka seakan lupa kalo cerita sebenarnya itu mereka sedang dalam bahaya, karena serangan-serangan dari ular hijau bukan ngobrol ngalor ngidul sambil cekikikan

melihat hal itu, ular hijaupun berteriak, BIAJINGANNNN GW DIKACANGIN !! MALAH PADA KETAWA CEKIKIKAN.. KALIAN GA TAKUT LAGI AMA GW!!? JANCUKK.. GW ampe cape, karena dari tadi pasang raut muka sama mata licik, kalian malah ketawa-ketawa"

O iya.. lupa..ada ular hijau di bawah, eh Kacer,, bagaimana kalo kita tinggal kabur aja si ular hijau itu.. biarin dia makin dongkol karena ga berhasil menangkap kita, biar dia kelaparan wkwkwkwk"

Jangan Ren!! kita kerjain aja, sama-sama , kayak waktu itu kita kerjain bang ndobol pos waktu kita masih sering digantang dalam kurungan di pohon ceri!! Nah.. iya betul.. ayo kita kerjain aja dia.. betewe siapa duluan? Lu atau bareng?

Seandainya ada si cerucuk, pasti makin seru ya!! suren berkata agak sedih, "udahhh kita lupakan sejenak si cerucuk, kacer menimpali sambil mendekat, agar suren sahabatnya tidak pindah ke mode sedih " " OKE baiklah kalo begitu.. les go!! kita beraksi!! "

"ENAK AJA KALIAN!!!"

Suren dan kacer terkejut mendapat serangan yang mendadak, tak sempat menghindar, karena mereka tidak menyadari ada sebuah gumpalan kuning kehijau-hijauan membentuk bola bola kristal bercahaya seperti komet.. melesat melewati sela-sela daun dengan kecepatan 210 km/jam, namun agak oleng karena menyentuh sedikit ujung daun, sebelum akhirnya... "PYAR!!!

TIDAAAAAAAAAAAKKKKKK!!!!!! BERSAMBUNG.............

No comments:

Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #part 11

Di tepi sungai dengan arus air yang cukup deras, di balik bongkahan batu nampak mahluk hijau berulang ulang menenggelamkan kepalanya ke air ...