Cintaku Bersemi dibalik Jeruji Kandang #Part 12

Seandainya ada si cerucuk, pasti makin seru ya!! suren berkata lirih dengan nada dan raut muka agak sedih, "udahhh kita lupakan sejenak si cerucuk, kacer menimpali sambil mendekat, agar suren sahabatnya tidak pindah ke mode sedih " " OKE baiklah kalo begitu.. les go!! kita beraksi!! "

"ENAK AJA KALIAN!!!"

Suren dan kacer terkejut mendapat serangan yang mendadak, tak sempat menghindar, karena mereka tidak menyadari ada sebuah gumpalan kuning kehijau-hijauan membentuk bola kristal bercahaya seperti komet.. melesat melewati sela-sela daun dengan kecepatan 210 km/jam, namun agak oleng karena menyentuh sedikit ujung daun, sebelum akhirnya... "PYAR!!!

TIDAAAAAAAAAAAKKKKKK!!!!!! cerita sebelumnya baca di sini.............

HOEK.. CUH.. sambil menahan mual muntah Kacer dan Suren sibuk membersihkan muka dan badan dari percikan cairan lengket dan bau ga karuan, dan sepertinya mereka sudah tidak asing lagi dengan bau model begini..

MANDINGAANNN!!! <!--more--> MAKAN APA LAGI KAMU CERUCUK!!!! TAI kamu bau dan lengket banget!!  kacer dan Suren teriak, sambil tersenyum lebar, mereka sangat bahagia karena sahabat lamanya kini sudah berada di dekatnya lagi. 

Latihan bertahun-tahun tembakanmu masih saja meleset lu cuk.. Kacer dan Suren terbang bersamaan mendekat ke arah Cerucuk. 

GILAAAAA... apakah ini beneran nyata???!! Suren berteriak seperti masih belum percaya, kedua sahabatnya sekarang berada lagi di dekatnya. Suren melompat menarik dua sahabatnya, menampar pipinya satu persatu sambil memeluk. Seperti dalam mimpi... 

Bagaimana kalo kita rayakan pertemuan kita ini!! 

Ide bagus.. bagaimana kalo kita adakan pesta dansa, kita undang semua burung di sini.. kita jamu mereka dengan makanan yang enak-enak.

Eitss.. tunggu dulu, kita masih ada tugas yang belum selesai.

Tugas???? tugas apaan!!.. Suren dan cerucuk menjawab sambil mendekatkan kepala ke muka Kacer.

Suren, kamu pikun lagi? jangan-jangan kamu Amnesia kayak paman kolibri waktu itu wkwkwkwk.. perasaan baru beberapa menit yang lalu sebelum cerucuk datang, kita sudah membuat rencana..

Rencana apaan Kacer??? jangan buat aku penasaran!!

Et dah gila lu Ren.. lah itu di bawah yang ijo-ijo panjang itu apaan!!

Suren melihat ke bawah, dan kemudian tertawa guling-guling, merasa geli melihat raut muka ular hijau.. ternyata dari tadi dia masih pasang muka licik.. Raut wajah dan matanya masih belum berubah, ular hijau masih tersenyum setengah, bibir kanan sedikit naik, mata menyipit dan masih melirik tajam ke kanan.. Gile kuat banget, dari tadi dia masih pasang muka begitu.. 

Oiya .. lupa Gw wkwkwkwk... suren tertawa sambil ngeloyor terbang ke arah ular hijau, merasa sudah ada teman, Suren mulai songong.. dia terbang semakin mendekat ke arah ular hijau..Oeyy bang Ijo... lu masih berani lawan aku!! suren berkata dengan nada mengejek.

Ampun Bang!!! Aku menyerah!! ular hijau berkata pelan dengan nada gemetar sambil menarik leher dan kepalanya menyembunyikannya di balik punggung di tengah lingkaran tubuhnya.

Suren, hati-hati!!! siapa tahu itu bagian dari trik rencana liciknya!! kacer mengingatkan sambil terbang mendekat ke arah Suren.

Jirrrr.. kebaca juga rencana licik gw.. padahal niatnya kalo mereka lengah langsung gw caplok! itu si hitam putih kepalanya abis ketiban kayu juga masih cemerlang aja, kirain jadi bloon atau amnesia.. eh malah bisa ngebaca rencana gw..

Jangan percaya Ren!! ayo kita kembali ke rencana awal, kita kasih dia pelajaran!!

Gaswat.... pasti mereka mau pakai senjata itu...  

BERSAMBUNG...

Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #part 11

Di tepi sungai dengan arus air yang cukup deras, di balik bongkahan batu nampak mahluk hijau berulang ulang menenggelamkan kepalanya ke air sampai ke batas leher, mengibas-ngibaskan kepala, menjulur-julurkan lidah dan menggosok-gosokan mulutnya ke punggung.

BIAJINGAAAAANNNNN .. AMBUNE KOK KOYO TAI BOSOK... HAJINDUL!! PANGANAN OPO IKI!! Mahluk hijau berteriak kesal sambil terus menerus membersihkan muka dan berkumur-kumur dengan air sungai, sesekali meludah dan menahan gejolak perutnya yang terus berontak karena mual oleh aroma yang meledak di kepalanya tadi.

Air sungai ternyata belum mampu mengusir aroma dahsyat di sekitar mulut dan kepalanya, Mahluk hijau semakin sewot karena belum berhasil mengeluarkan gumpalan berserat yang masuk dan nyangkut di gigi dalamnya.

Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini ...............................................

Setelah puas membersihkan diri, mahluk hijau kemudian buru-buru berlari menuju ke arah pohon tempat dimana sogon terperangkap, sepertinya karena dia ga mau perannya hanya sampai di situ, dia ga mau end, karena masih penasaran dengan benda apa yang dilempar ke mulutnya.

Namun tiba-tiba mahluk hijau menghentikan jalannya, matanya kadang membelalak kadang menyipit memandang ke bagian atas pohon, seperti sedang memfokuskan suatu objek. Setelah menemukan dan mengunci objek, kemudian dia mengangkat lehernya tinggi-tinggi, mendorong kepalanya kesebuah ranting pohon kecil yang menjuntai hampir menyentuh tanah, melilit bagian ranting yang agak besar.

Belum sempat

Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #part 10

Ketika Sogon membuka matanya, ia justru melihat Kacer mulai sadarkan diri, berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya ke rimbunan daun yang tebal. "syukurlah, akhirnya kamu sadar juga " Sogon tersenyum melihat sahabat barunya sudah siuman. "Mungkin ini terakhir kalinya aku melihatmu, semoga keadaanmu segera membaik agar bisa segera menyelamatkan diri"

Sementara itu mata merah dengan gigi tajam sudah dalam posisi menyerang, mungkin hanya hitungan detik, tamatlah sudah hidup sogon, terlihat jelas mahluk itu bergerak dan mengayunkan kepalanya menyambar ke arah tubuh Sogon.

Namun belum sampai kepala itu menyambar dan menyentuh tubuh Sogon, tiba-tiba sogon melihat ada seperti cahaya kuning melesat dan menghantam kepala mahluk hijau.. sebelum akhirnya....

.............................Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini .......................

Pyarrrr... benda yang melesat seperti cahaya itu meledak tepat di mulut mahluk hijau, menimbulkan percikan warna-warni seperti

Srigunting Bukit si Ekor Krantil Yang Susah makan Voer

Srigunting Bukit atau srigunting gunung ada juga yang menyebutnya Srikantil, merupakan burung pemakan serangga yang memiliki volume suara kicauan yang keras dan merdu. Namun dari sekian jenis burung muda hutan yang sudah pernah saya pelihara termasuk srigunting kelabu, burung srigunting bukit/gunung/srikantil inilah yang paling sulit untuk makan voer, padahal saya mengadopsinya dari muda hutan. Berbagai tips dan trik sudah saya coba, termasuk trik yang sering saya gunakan untuk mengevoerkan burung-burung sebelumnya, tapi semua jurus belum juga berhasil  begitu syuliiiiiit.

Burung Srigunting bukit/krantil ini saya adopsi 3 bulan yang lalu, dan sampai postingan ini terbit

Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #Part 9

Tubuhnya yang mungil melompat lincah berpindah-pindah dari ranting ke ranting, mendekat dan kadang menjauh dari tubuh mahluk hijau. berusaha keras mengalihkan perhatiannya.

Usaha sogon ternyata tidak sia-sia, mahluk hijau mulai merasa terganggu dengan gerakan dan teriakan Sogon, dan secara tiba-tiba berbalik menyerang Sogon.

Satu sambaran cepat seperti iron hook mengarah ke tubuh mungil sogon, Jika tidak ada ranting kayu yang bergerak terkena hembusan angin, tubuh mungil sogon pasti akan dengan mudah tersangkut di sela-sela mulut mahluk hijau, beruntung sambaran itu hanya mengenai batang ranting yang tergeser tertiup angin. Sogon menjadi lebih berhati-hati dan mulai menyusun strategi penyerangan baru.

..........................cerita sebelumnya ada di sini ..........................

Sejenak Sogon menghentikan penyerangannya, melompat dan hinggap di atas ranting agak jauh di depan mahluk hijau, tubuh mungil sogon bergetar ketika

Cintaku bersemi di balik Jeruji Kandang #Part 8

"Sial ada yang lihat gw nyungsep!!" gumam sogon dalam hati, kemudian dia melihat sekeliling, sebelum akhirnya pandangannya berhenti ke arah tempat kacer berdiri. Sogon agak gugup dan kaget karena belum pernah melihat burung seperti ini di lingkungannya. "Jangan-jangan dia burung predator, mati gw kalo beneran iya"

Untuk menutupi rasa takut, sogon memberanikan diri bertanya  "Lu yang ngetawain gue?!" tanya sogon dengan nada bertanya tapi berteriak dengan harapan agar si kacer takut dan segan dengan dirinya.

Kacer kemudian melompat mendekat ke arah sogon.

"STOP!!" Awas!! berani mendekat mati kamu!!" sogon berteriak melarang kacer mendekat

Kacer berhenti, kemudian tersenyum ramah, berusaha menunjukan kalau dia bukan jenis burung

Cintaku bersemi di balik Jeruji Kandang #Part 7

"Tenang Ragil, kita akan baik-baik saja " teriak sulung menenangkan adik-adiknya, padahal dalam hatinya memiliki kekawatiran yang sama

Beberapa waktu tergantung, tiba-tiba mereka seperti terayun dengan sangat kuat, tubuh tergoncang seperti terombang ambing, sebelum akhirnya mereka tak berkutik ketika di cengkeram oleh mahluk itu

Tamat riwayat kita kak!! teriak Kacer

sulung hanya terdiam dan menatap kedua adiknya dengan perasaan sedih

cerita sebelumnya bisa dibaca di sini .............................................

Mata kacer tiba-tiba terbelalak ketika

Cintaku Bersemi dibalik Jeruji Kandang #Part 12

Seandainya ada si cerucuk, pasti makin seru ya!! suren berkata lirih dengan nada dan raut muka agak sedih, "udahhh kita lupakan sejenak...