Jalak Suren terkenal memiliki kicauan atau bunyi yang sangat keras, bervariasi, dan nyaring. Jalak suren jantan mampu mengeluarkan berbagai macam suara (variasi tinggi) dan bisa fasih meniru suara burung lain atau binatang lain, bahkan jalak suren juga mampu menirukan suara manusia atau benda-benda tertentu seperti bunyi sirene ambulan, suara klakson atau bel pintu.
Jalak Suren sering berteriak keras atau "ngekek/ribet" untuk menandai wilayah kekuasaannya atau merespons suasana sekitar.
Jalak Suren berjebis kelamin Jantan memiliki Suara kicauan yang bervariasi, keras, dan sering melakukan gerakan khas mengangguk-angguk seperti memompa saat berkicau dengan jambul yang berdiri (njambul). Sedangkan yang Betina, suara kicauannya cenderung monoton/ berulang, dan memiliki nada tinggi melengking.
Burung Jalak Suren tidak lagi termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi di Indonesia. Pencabutan status oleh Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencabut status perlindungan Jalak Suren lewat Permen LHK No. 92 Tahun 2018 (perubahan dari Permen LHK No. 20 Tahun 2018).
Alasan pencabutan Keputusan ini diambil setelah adanya masukan serta protes dari komunitas pencinta burung dan pedagang burung kicau.
Meskipun tidak dilindungi secara hukum, populasi Jalak Suren (khususnya ras lokal Jawa) di alam liar sudah sangat langka atau bahkan hampir punah di habitat aslinya akibat penangkapan berlebihan dan kerusakan habitat. Banyak Jalak Suren yang saat ini beredar adalah hasil dari penangkaran.
Memelihara burung jalak suren memiliki beberapa mitos yang populer di masyarakat, terutama terkait fungsi penjagaan dan energi spiritual.
Jalak Suren bisa dijadikan Penjaga Rumah ("Satpam" Rumah), Jalak suren sangat peka terhadap kehadiran orang asing. Burung ini akan berkicau sangat nyaring, agresif, atau berisik ketika melihat tamu tidak dikenal atau ada perubahan di sekitar rumah, sehingga sering dianggap sebagai satpam alami.
Pembawa Keberuntungan dan Kedamaian, pada tradisi tertentu, jalak suren dipercaya membawa hoki, energi positif, serta kedamaian spiritual bagi pemiliknya. Jalak Suren juga sebagai simbol pertanda atau kabar.
Berdasarkan tafsir tradisional (# tradisi Jawa), suara atau perilaku jalak suren yang datang mendekat kerap dikaitkan dengan pertanda datangnya tamu, kabar penting, atau perubahan energi di rumah.
Makanan Alami Jalak suren adalah serangga dan Buah-buahan. Buah kesukaan dan paling bagus untuk burung jalak suren adalah pisang kepok dan pepaya.
Berikut adalah daftar buah favorit beserta manfaatnya untuk jalak suren:
Pisang Kepok, Paling bagus adalah yang matang pohon atau hasil peraman alami tanpa cairan atau obat biar cepat matang, jadi pisang tersebut matang alami. Pisang kapok bermanfaat sebagai Sumber karbohidrat tinggi yang memberi energi, memperkuat tulang, menyehatkan pencernaan, serta membantu menjaga kestabilan suara.
Pepaya, Pepaya kaya akan air dan vitamin, membantu melancarkan pencernaan, mencegah dehidrasi, serta membantu menurunkan atau menstabilkan birahi burung.
Apel (Apel Merah atau Apel Hijau), Manfaat: untuk mencegah obesitas (kegemukan), menjaga kekebalan tubuh, serta membuat suara burung nyaring dan tidak serak. Tips: Banyak pemilik burung lebih menyukai apel hijau karena kandungan seratnya baik untuk pencernaan.
Selain buah-buahan di atas, Jambu biji dan anggur juga dapat diberikan sesekali untuk melengkapi asupan vitamin dan nutrisi harian.
Burung jalak suren (Gracupica contra / Sturnus contra) umumnya dapat hidup selama 5 hingga 10 tahun dalam pemeliharaan yang baik, sementara di komunitas penangkar usia sekitar 10 tahun sudah dianggap cukup tua.
Di Penangkaran / Peliharaan dengan perawatan rutin, kebersihan kandang terjaga, dan pakan yang baik (seperti voer dan buah), jalak suren rata-rata mampu bertahan hidup sekitar 6 sampai 10 tahun.
Jalak suren mulai memasuki usia produktif atau dewasa pada umur 8 hingga 12 bulan. Di habitat aslinya, burung ini dapat bertelur sebanyak 2 kali dalam setahun, dengan jumlah telur sekitar 3–4 butir.
Untuk meningkatkan birahi burung jalak suren agar aktif dan rajin berkicau (gacor), Anda dapat melakukan beberapa penyesuaian pada pola makan dan perawatan harian.
Pemberian Ekstra Fooding (EF), Tambah porsi serangga seperti jangkrik, ulat hongkong, atau berikan kroto (telur semut rangrang) 1 hingga 2 kali dalam seminggu. Sesuaikan waktu penjemuran pagi hari secara konsisten, atau sesekali lakukan penjemuran lebih lama (jemur kenceng) tanpa mandi basah jika ingin mendongkrak emosi serta birahinya.
Pengembunan di pagi hari, Gantang Jalak suren di bawah pohon atau di tempat terbuka yang aman dari jangkauan kucing atau predator (maling) pukul 05.00–06.00 agar menghirup udara segar yang dapat memicu metabolisme dan kesegaran tubuhnya.
Pastikan burung mengonsumsi Voer Berkualitas Tinggi yang memiliki kandungan protein cukup tinggi (sekitar 18–20%). Dan yang lebih penting lagi adalah selalu menjaga kebersihan sangkar setiap hari, baik dari sisa pakan atau kotoran burung, agar burung tidak stres dan kesehatannya tetap terjaga.
Burung jalak suren cocok disandingkan atau dipelihara berdekatan dengan burung kicau yang memiliki karakter tenang, tidak mudah stres, dan bukan saingan teritorial yang terlalu agresif, seperti Kenari atau Pleci.
Para pehobi burung sering menyandingkan jalak suren dengan berbagai jenis burung masteran atau burung hias lain seperti Murai Batu , Lovebird , Ciblek, Srindit, Pentet, Konin (Kolibri Ninja), Sogon (Sogok Ontong), dan Prenjak, Jalak Putih (biasanya untuk dipelihara bersama atau untuk diternak silang)
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menandingkan Jalak Suren Adalah Jalak suren memiliki sifat yang aktif, cukup vokal, dan cenderung dominan/galak. Hindari mendekatkannya dengan burung yang sangat sensitif dan mudah stres (seperti Anis Merah).
Hindari Suara yang Terlalu Mirip atau jangan disandingkan dengan burung yang memiliki karakter suara hampir sama persis agar tidak saling serang mental. Jarak Sangkar: Jika diletakkan dalam satu ruangan atau teras rumah, sebaiknya berikan jarak sangkar yang aman atau gunakan sistem gantungan yang tidak membuat salah satu burung merasa terancam.
