Mancing belut itu Yahud banget tarikannya!! seperti tarik tambang!! apalagi jika sudah kecantol kail, belutnya malah dikentutin :D :D dijamin auto ngakak!! seperti yang saya alami ketika mancing belut malam hari di selokan dekat rumah bareng si kecil.
Mancing belut bisa dilakukan di pagi hari, sore, atau bahkan malam hari, tergantung dari kapan sempatnya kita :D, karena di waktu-waktu inilah belut cenderung lapar. Untuk spot mancing bisa di persawahan, kalen sawah atau di pinggiran sungai, bahkan di selokan dekat rumah, seperti yang saya lakukan, tapi perlu diingat lho ya, tidak semua selokan air dekat rumah itu ada belutnya :D, tergantung dari histori awal tempat tersebut.
Selokan perumahan di Tempat tinggal saya banyak belutnya karena
Betutu atau ada juga yang menyebutnya ikan gabus bego atau beboso, adalah predator air tawar yang memiliki betotan mantafb ketika menyambar umpan, bentuknya jelek tapi dagingnya enak dan nikmat :D selain memiliki nilai ekonomis yang lumayan mahal. Mancing ikan ini tergolong mudah, yang penting di spot ada ikan betutunya :D agar bisa mendapatkan yang ukuran jumbo, kamu harus mengunakan umpan jitu ini.
Seperti yang pernah saya tulis pada postingan saya sebelumnya, jika kamu ingin berburu ikan jenis ini, maka perhatikan juga jam-jam potensial, dimana ikan ini sedang mencari makan.
Betutu atau gabus bego adalah ikan nokturnal, jadi dia lebih aktif di jam malam :D, walaupun siang hari juga kadang ada yang menyambar, namun jika anda ingin diserbu strike oleh ikan jenis ini, maka bisa dicoba mancing pada jam 17.00 - 21.00
Umpan jitu yang saya gunakan selain menggunakan anak ikan mas, Saya juga sering menggunakan umpan ikan-ikan kecil yang saya dapatkan di spot memancing ikan ini, karena gabus bego atau betutu ini sudah terbiasa memangsa ikan-ikan kecil di sekitarnya.
Hari itu, setelah beberapa hari libur mancing karena covid-19, akhirnya saya beranikan diri untuk mancing, tentunya sesuai dengan protokol keamanan covid, yakni memakai masker, sarung tangan dan berbekal hand sanitizer.
Perjalanan hari itu sengaja saya pilih agak jauh sedikit agar tidak melewati keramaian, melintang membelah sawah dan kebun kosong.
Dan ternyata gayung bersambut, sampai di lokasi memancing, spot sepi dari para pemancing, hanya ada dua pemancing jauh di seberang danau.
Sampai di spot favorit, saya langsung keluarkan pancing tegek dengan kail ombyok untuk berburu ikan wader atau ikan rambo, saya selalu menggunakan ikan-ikan ini ketika berburu ikan betutu, dan hasilnya selalu tokcer.
ikan Rambo tidak semua tempat bisa dijumpai, Ikan Rambo dari jenis ikan hias, ga selalu sih, tapi pernah melihat ikan ini di jual di kios ikan hias ketika saya mau membeli ikan mas kecil. ikannya mirip ikan wader pari, cuma agak bermata belo, lebih pipih dan sedikit kaku, aromanya yahud :D amisnya melebihi ikan wader. Ikan ini paling jitu jika digunakan untuk umpan betutu.
Sore itu saya hampir putus asa, karena beberapa kali kail ombyok dengan umpan pelet lele mix pur ayam yang biasa saya gunakan untuk mancing ikan wader tak kunjung disambar ikan.
ikan-ikan kecil yang biasanya kemruyuk kayak cendol setelah saya bom menggunakan adonan pelet lele dan pur ayam. hari itu sepi..
setelah menunggu beberapa saat, akhirnya saya mendapatkan ikan rambo dan wader pari nyangkut sekaligus di pancing ombyok. asyikkk dapet juga umpan mancing betutu, gumam saya dalam hati.
tidak menunggu lama saya langsung menggunakan ikan tersebut sebagai umpan, saya cantolkan di dekat ekor pada dua pancinganku. Baru pluk tiba-tiba langsung jebrettt, betotan kuat terjadi, sempat kewalahan melawan betotan kuat ikan ini, ngamuk tidak brenti-brenti, hampir sampai permukaan, betutu jumbo ini langsung ngamuk lagi merosak ke dalam.
Ajib breee... betotannya luar biasa..
Dan benar saja, setelah ikan ini kalah dan berhasil landing ternyata ukurannya hampir sama dengan betisku.. jumbo bree untuk ukuran ikan betutu, kalo ditimbang sekitar satu kiloan..
Masih dengan umpan yang sama, sayapun strike ikan ini yang kedua, ketiga dan yang ketujuh :D, puas rasanya mancing sore itu, setelah libur mancing beberapa minggu, hari itu saya diberi rejeki tujuh ekor ikan betutu dengan ukuran jumbo.
Akhirnya saya pulang dengan berbeban berat :D membawa tujuh ekor betutu dengan ukuran jumbo, selain karena susah mencari umpannya :D, mungkin ikan-ikan kecil tidak berani minggir ke spot yang saya tongkrongi karena takut dengan betutu yang pada baris menunggu mangsa :D alhasil sayapun jadi susah mendapatkannya untuk umpan. Ingat masih ada hari esok, jadi ya saya sudahi mancing hari itu.
Lumayanlah bisa digoreng untuk teman laukdaun :D :D..
Mau tau seperti apa umpan jitu ikan Betutu dan sebesar apa yang saya dapatkan hari itu, simak videonya ya :).. terima kasih sudah mampir, salam kicau mancing!!
Mancing mulu kapan masaknya?? :D Sekali kali upload ah cara memasak ikan :D semoga bermanfaat :)Kali ini saya akan mencoba resep Mangut warisan ibu mertua :D Mangut adalah nama masakan khas Jawa Tengah dengan perpaduan rempah sebagai bumbu dan santan kelapa. Berikut saya bagikan cara sederhana membuat Mangut ikan Betutu atau Gabus bego, dijamin mantul dan enak..
Sbelum ke bagaimana cara membuatnya saya ceritakan sedikit bagaimana caranya mendapatkan ikan jenis ini.
Betutu atau ada yang menyebutnya ikan gabus malas adalah predator air tawar yang aktif di malam hari, menyukai ikan-ikan kecil sebagai mangsanya.
kalau yang belum terbiasa melihat ikan ini pasti heran, karena bentuknya jelek :D, tapi jika merasakan dagingnya pasti ketagihan, apalagi kalu ikan betutu dimasak dengan cara dimangut.
Seperti yang saya sampaikan di awal, Mangut adalah nama masakan khas Jawa Tengah dengan perpaduan rempah sebagai bumbu dan santan kelapa.
Bagai mana cara membuatnya?
Setelah ikan dicuci bersih dan dibersihkan dari sisik dan kotoran, baluri dengan bumbu yang sudah dihaluskan, bumbu halus ikan betutu goreng yakni, bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar dan garam. diamkan untuk beberapa saat agar bumbu meresap.
Setelah itu, goreng ikan pada minyak panas sampai matang, tingkat kematangan sesuai selera, yang penting tidak terlalu gosong :D. Jangan dibalik jika belum benar2 matang, karena ikan Betutu jika digoreng dagingnya gampang banget rusak, mungkin karena terlalu lembut atau kandungan albuminnya.
Sambil menunggu semua ikan matang digoreng, bisa siapkan bumbu mangutnya. Untuk bumbu mangut yakni Haluskan bawang putih, Bawang Merah, Kunyit, Jahe, Kemiri, dan garam secukupnya.
Tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi dengan sedikit minyak, setelah harum masukan Lengkuas, Sereh yang sudah digeprek, daun salam dan gula merah secukupnya, aduk rata untuk kemudian tuang santan, tambahkan penyedap rasa secukupnya.
Setelah santan matang, masukan ikan betutu ke dalam kuah tersebut sampai semua bagian ikan terendam kuah santan, tunggu 5 - 10 menit, lalu sajikan selagi hangat. Bisa ditambahkan cabai merah utuh sesuai selera.
Mau lihat seperti apa gabus bego dan cara membuatnya sebagai mangut, berikut video sederhananya
Jumat Sore sepulang nguli ketika cuaca terasa sedikit adem dari biasanya karena langit tampak redup oleh mendung, Motor sengaja kupacu agak ngebut melewati pengendara-pengendara lain, berbelok dari garis lurus menuju ke rumah :D melintang 5 kilo meter lebih jauh dari biasanya, melewati jalan sepi perkampungan menuju ke sebuah spot memancing langganan sekedar untuk mengobati ngilu pengin mancing :D.
Niat hati pengin mampir beli ikan mas kecil untuk umpan mancing gabus biar sampai lokasi bisa langsung mancing tanpa harus mencari atau mancing umpan dulu, tapi ternyata gagal karena kios tutup, akhirnya saya beli Pelet Lele dan BR Pur ayam untuk membuat adonan umpan mancing wader.
Sepertinya para Angler Indonesia bisa laku berat nih kalo dikirim ke Amerika Serikat :D bisa casting dan popping ikan gabus di sungai dan rawa-rawa sepuas hati disana, secara ya Pemerintah Amerika serikat saat ini sedang dibikin repot dan kewalahan oleh Ikan Gabus atau snake head, khususnya Departemen Sumber Daya Alam (DNP) di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, yang merupakan negara bagian ke-15, seperti berita yang ditulis BBC Indonesia yang saya baca hari ini.
Berita yang ditulis BBC Indonesia dengan judul Ikan gabus sangat rakus dan bisa bertahan tiga hari di darat bikin repot pemerintah AS dengan gambar ikan gabus super babon sedang dipegang mulutnya, eh di jembreng mulutnya ding :D kalau tidak salah ikan gabus dari jenis Channa amphibeus. Berita tersebut berhasil menarik hatiku :D akhirnya saya klik dan ternyata seru :D.
Mengutip informasi dari berita tersebut, disitu dijelaskan bahwa
Jumat siang sekitar pukul 14.40 setelah ada kesepakatan jahat di grup trio Mas Kenthir, sayapun langsung tancap gas dari tempat nguli menuju ke sebuah danau bekas tambang galian pasir, sebuah spot memancing favorit kami grup trio mas kenthir. Hari itu ceritanya kami mau memancing Gabus Bego Malam Hari, seperti yang sering kami lakukan. Selain karena keterbatasan waktu, mancing malam hari ternyata jauh lebih seru jika dibanding waktu mancing pada siang hari.
Selain bisa strike ikan predator monster, kita juga bisa merasakan sensasi tarikan yahud predator malam, mancing malam hari kamu juga akan mengalami banyak pengalaman menarik lain seperti didatangi ular, binatang malam, disangka maling maupun didatangi makhluk halus :D
Pengalaman didatangi makhluk halus ketika mancing malam itu sebenarnya terjadi sudah beberapa waktu yang lalu, yakni di spot yang sama yang saya tongkrongi kali ini. Entahlah itu makhluk halus tumben tumbenan datang dan menyapa, padahal
Dulu ketika saya masih kecil, mau mancing jenis ikan air tawar apa saja sepertinya ada di sungai ini, namun sekarang nyari spot yang dalam saja susah banget, spot yang dulu terkenal sangat dalam, walaupun pada saat musim kemarau panjang sekalipun, kini baru dua bulan tidak hujan saja spot tersebut tinggal gundukan tanah dengan sedikit genangan air dangkal. Mungkin ini salah satu efek dari krisis ekonomi tahun 1997/1998, baru beberapa tahun belakangan ini terlihat sangat jelas imbasnya.
Saya ceritakan dulu ya awal mulanya, ceritanya begini $#%!#!^!()!!!%!!. Nah, begitulah ceritanya.. sungguh menyedihkan ya .. :D :D
Begini bre.. Dulu sebelum tahun 1997, di kampung ku ini tepatnya di pinggiran desa,
Hari itu saya gagal makan kue serabi, tapi bisa strike ikan bertubi-tubi :D Sekitar pukul 05.15 Minggu pagi hari kemarin, ketika orang rumah masih terlelap dalam mimpi, saya sudah sibuk menyiapkan peralatan dan perbekalan memancing di halaman belakang, termasuk satu tumbler berisi 600 ml kopi hitam. Sepertinya bakal seru nih ngopi di pagi hari sambil makan kue serabi di pinggir kali :D. Setelah semua peralatan dan perbekalan siap, sayapun berangkat ke lokasi memancing. Tapi seperti biasa, saya selalu mampir ke lapak dagangan kue tradisional di pinggir jalan (ya iyalah.. kalo di tengah jalan bisa ditubruk mobil :D :D )
Tapi pagi itu aku kecewa berat, semua angan dan hayalanku sirna :D nikmatnya minum kopi sambil makan kue serabi
Sebenarnya hari itu kita lagi sakau mancing malam hari, penginnya strike ikan betutu duper besar, seperti yang saya dan teman saya bahas dalam grup WA. Satu dari tiga anggota grup berinitial A mengirimkan satu foto cewek cantik sedang memegang seekor ikan betutu atau gabus bego ukuran jumbo dipinggir danau, tidak pakai lama grup langsung ramai ngomong ngalor ngidul, ada juga yang menghayal pengin mancing ditemani cewe cantik tersebut :D sampai akhirnya muncul persekongkolan jahat untuk pergi mancing sepulang nguli.
Sabtu siang setelah selesai nguli kamipun tancap gas menuju ke lokasi pemancingan di sebuah danau bekas galian pasir, setelah dari pagi kita sama-sama berbekal pancingan dari rumah.
Tin Tin.. begitu kurang lebih suara klakson mobil atau motor jika ditulis dalam huruf :D, kadang bunyi dua kali, kadang tiga dan kadang satu kali setiap ada kendaraan yang lewat disebelahku, padahal tidak ada satupun yang saya kenal, sopan banget pengendaranya :D.. minggu siang ketika cuaca sedikit mendung, saya mencoba mencari peruntungan, memancing ikan bawal di sebuah sungai yang tidak begitu besar tidak jauh dari rumah, tapi mancing kali ini saya tidak pecicilan manjat tembok seperti ketika mancing di musim kemarau Kemarin, mancing kali ini cukup seru karena berhasil strike ikan monster dan diklaksonin cewe cantik, sebelum akhirnya ngakak sendirian :D.
Berbekal joran tegek, satu pancingan reel dan umpan cacing, sayapun menyambangi lokasi mancing langganan, sebuah spot syahdu di bawah rumpun bambu, Spot hampir bulat tapi tidak begitu luas, diameter kurang lebih 7 – 9 meter, dengan kedalaman air terdalam sekitar 2 meter. Ada grojogan air yang mengalir dari gorong-gorong jembatan.
Karena di spot yang biasa saya tongkrongi ada dua pucuk pohon bambu yang menghalangi, susah untuk digeser dan sepertinya akan membuat ribet suasana, senar kail pasti bakal nyangkut-nyangkut terus, akhirnya saya berpindah spot, melompati selokan menuju ke samping sebuah jembatan kecil.
Sampai di samping jembatan, saya mencium bau tidak sedap,
Minggu pagi (7/10/2018) sengaja saya berangkat mancing lebih pagi, bukan untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak, tapi karena takut si kecil keburu bangun, nanti malah jadi repot karena pasti tidak mau ditinggal, dan minta ikutan mancing, bisa jadi gagal mancing lagi seperti minggu sebelumnya. Setelah semua perlengkapan memancing sudah siap, sayapun segera tancap gas menuju lokasi memancing cukup jauh dari tempat tinggal, target mancing hari itu adalah Jaguar Cichlid dan Monster Patin, tapi sedapatnya ikan aja ding :D
Setelah mengisi bensin, saya mampir di sebuah lapak pedagang kue dan jajanan pasar di pinggir jalan untuk membeli sarapan, serabi yang pertama kali saya comot, untuk kemudian lontong ayam, lapis, pastel dan bolu kukus.
Jalan raya yang hari-harinya padat merayap, pagi itu tampak lengang, mungkin masih pada bermalas-malasan atau sedang menikmati liburan dan ngopi sambil makan pisang goreng di rumah :D #sotoy
"Terima kasih jang, saya salah ngitung " begitu ucap seorang ibu pemilik warung ketika saya mengembalikan kelebihan uang 15 ribu saat membeli sebungkus rokok, kemudian disambung dengan pertanyaan dalam bahasa sunda yang saya kurang paham, mungkin artinya "mau mancing ya" mungkin sih :D sepintas terdengar seperti ada kata lobaknya. Saya hanya menjawab "iya bu mau mancing " entahlah jawaban itu nyambung atau tidak dengan pertanyaannya :D
Manusia memang tidak ada puas-puasnya, dikasih hujan mengeluh jalan jadi becek, mana ga ada ojek, mewek :D mau bepergian jadi ribet harus pake mantol atau bawa payung. Ketika dikasih kemarau ngeluh juga.. cuaca jadi panas, kulit kering mbekisik, mbladus :D sumur kering, susah cari air, sungai kering jadi susah mancing :D #yang ini aku banget :D :D. tapi ya memang begitulah, manusiawi, bukan manusia jika tidak mengeluh :D maksudnya? ya karena hanya manusia saja yang bisa mengeluh. Okelah, pada postingan kali ini saya akan mencoba menceritakan tentang keseruan ketika hendak dan pada saat memancing tapi sungainya kering, mungkin surut lebih tepatnya. mau tau ceritanya? boleh lanjutkan membaca hehe..
Siang itu ketika merasa bosen karena tidak ada kegiatan yang seru di rumah, akhirnya saya putuskan untuk mencoba mancing di sungai dekat rumah, walaupun sudah bisa menebak kalau sebenarnya sungai pasti sudah mulai surut dan mengering karena kemarau panjang,tapi entah kenapa siang itu pengin banget absen di sungai.
Setelah berhasil melompati pagar komplek rumah setinggi dua meteran, #sebenarnya tidak melompat sih, mungkin lebih tepatnya merambat kali ya :D #pethengkrekan mungkin kalau dalam basa Jawa :D gatau ding hehe, pokoknya intinya adalah saya bisa melewati tembok setinggi dua meteran tidak pakai tangga dan tidak mbrobos :P
Ikan Buldoser biasa kami menyebut nama ikan ini, bukan nama aslinya hanya asal saja memberi nama :) seperti yang pernah saya tulis di sini ketika mencari identitas dan kesamaan atau pembanding ikan ini. Sekitar awal tahun 2006 ketika saya baru pindah tempat tinggal di daerah dekat lokasi danau tersebut, ikan ini sudah sering menggondol umpan ketika saya memancing, baik itu mancing siang atau malam hari. Jaguar Cichlid rupanya nama asli ikan ini, Ikan Predator air tawar bermulut lebar :D eksotis mirip ikan louhan, cocok dipelihara di aquarium. Belum lama saya mengetahui nama asli ikan ini, baru Pertengahan bulan Mei kemarin dapat bocoran namanya dari komentar yang masuk ketika saya mengupload sebuah video memancing dan strike ikan ini, padahal sudah sejak lama saya googling mencari identitas nama aslinya, tapi karena keyword tidak pernah cocok jadi ga pernah nongol data identitas ikan ini :D.
Betok atau ada juga yang menyebutnya Bethik atau pepuyu ( Anabas testudineus - Bloch, 1792) adalah salah satu jenis ikan yang hidup di perairan tawar ataupun payau, sering terdapat di sungai, danau maupun rawa-rawa, hidup bergerombol dan suka bersembunyi. Dikenal juga dengan istilah climbing gouramy atau climbing perch karena kemampuannya memanjat ke daratan. Berbeda dengan jenis ikan lain, ketika tertangkap, didaratan ikan betok jarang bergerak menggelepar tapi cenderung bergerak merayap dengan cepat. Kepala agak besar bersisik keras dan kaku, ketika dipegang ikan ini akan mengaktifkan bagian pertahanan dirinya yakni sirip duri punggung atas, sirip duri perut,dan penutup insang yang bergerigi, jika tidak hati-hati maka siap-siap tangan kita terluka. Namun dibalik sisik keras ikan betok atau Betik ini, tersimpan rasa daging yang gurih dan enak, rasanya beda dengan ikan air tawar yang lain. Jika saya disuruh memilih antara ikan mujaer, gurameh atau betok, maka saya akan memilih ikan betok.
Mentari pagi beri salam lagi, Suara burung ku sambut hari berganti.... Bob marley masih bernyanyi, don't worry you yeah.... Jalani semua dengan apa adanya, Biarlah waktu bicara bawa takdirnya.. Yo kita lapangkan dada... Don't worry you yeah…. Begitu sedikit cuplikan lirik lagu yang saya dengarkan menggunakan headset sepanjang jalan menuju spot memancing, minggu pagi yang cerah ketika matahari masih merah bulat belum bercahaya. Seperti tak ada bosannya lagu itu aku putar ulang otomatis sampai beberapa kali, lagu tersebut baru aku hentikan ketika tiba di areal persawahan, karena tidak ingin kehilangan moment indah suara alam.
Motor kupacu perlahan melewati jalan cor berliku yang membelah hamparan sawah menjadi dua bagian tidak simetris. Kaki sesekali turun dari postep manakala ban motor sedikit tergelincir diantara kumpulan kerikil yang sudah memisahkan diri dari semen cor-coran. kadang harus berhenti sebentar dan sedikit
Seperti yang kita ketahui bahwa dalam suatu habitat air baik di sungai, rawa, maupun di danau, ada dua jenis ikan yaitu ikan pemangsa atau sering disebut Ikan Predator dan juga ikan yang sering dimangsa :D :D... Cara ampuh untuk memanggil kedua jenis ikan ini agar mendekat ke spot yang sedang kita pancingi yakni dengan cara menebarkan bom umpan. Berikut saya akan mencoba berbagi pengalaman saya tentang cara membuat bom umpan untuk memanggil ikan.
Langkah pertama adalah kita silikidiki dan kita amati dulu lokasi atau spot yang akan kita pancingi, setelah memperhatikan maka kita akan menimbang, mengingat, dan memutuskan :D ada baiknya kita menyiapkan dua jenis pancingan, yakni pancingan untuk ikan besar dan pancingan untuk ikan kecil.
Strike mah gak harus babon, yang penting happy om.. heheh Mantap om lanjuut.. begitu komentar salah satu akun youtube yang masuk ketika saya mengupload video memancing ikan wader. Benar apa yang disampaikannya, disamping karena nyari ikan babon atau ikan dengan ukuran besar di sungai di dekat tempat tinggalku sudah mulai susah, sekalinya ada kadang pada jaim sehingga susah makan umpan yang dipasang. Ikan wader sepertinya sangat recommended untuk hanya sekedar menyalurkan hobi memancing, menikmati keceriaan memancing dengan sensasi strike yang selalu dirindukan :D.
Jangan salah ya, ikan Wader walaupun kecil tapi udah tua lho :D :D kecil-kecil tapi tenaganya kuat, sehingga kadang bikin kaget ketika ikan ini menyambar umpan yang kita pasang. Untuk menikmati sensasi
Silit tulung di las hmmmm silit tulung di lassss.. begitu kira-kira suara notifikasi WA yang saya gunakan, sebuah suara potongan lagu yang berjudul asli all that she wants sebuah lagu koleksi dari ace of base. Tiga kali suara notif itu terdengar, dan ketika HP saya buka ternyata ada kiriman foto dari grup WA Tri Maskenthir. Sebuah grup WA yang sangat rame, bertukar kirim foto atau video hasil memancing, koment, saling menghina maupun update lokasi dan janjian mancing.
Grup WA yang beranggotakan 3 orang :D :D temen nguli sekaligus teman satu hobi.. yang gendut kulit mendekati gelap berinitial "P" panggilannya "A" :D yang satunya lagi lebih sering dipanggil "Ndan" walaupun initial namanya "A"
Libur dua hari hanya bermalas-malasan di rumah, satu jam pun sama sekali tidak sempat digunakan untuk mancing, padahal tangan dan pikiran sudah gatel pengin narik joran.. begitulah jika cuaca sedang tidak bersahabat, bentar hujan bentar reda, ditambah lagi si kecil sedang rewel karena diare, jika dipaksakan berangkatpun paling mawut di lokasi.
Seperti yang kita ketahui, khususnya bagi mereka yang memiliki hobi Memancing, Stopper sering digunakan oleh para pemancing dan umumnya dipasang dua buah sebagai pembatas bagian atas dan bagian bawah pada pemasangan pelampung, walaupun ada juga yang memasangnya juga untuk pengapit timah/pemberat. Jika kita membeli dari hasil pabrikan umumnya terbuat dari bahan karet, dengan lubang ditengah yang sudah terpasang kawat kecil berkait untuk memudahkan kita memasukan senar. Stopper bagian atas berfungsi untuk mengatur kedalaman kail/umpan, sementara stopper yang dipasang di bagian bawah berfungsi agar pelampung tidak terlalu turun mendekati timah atau kail.
Walaupun harga stopper pabrikan tidak terlalu mahal / masih terjangkau, tapi sah sah saja jika kita ingin berkreasi membuatnya sendiri :). Berikut Trik Hemat dan Praktis Membuat Stopper Pancingan dari Kabel Listrik, bisa dicoba sendiri di rumah :