Burung Decu yang saya piara ini saya dapat dari pemberian gratis teman, kondisi burung waktu itu agak memprihatinkan, bulu sayap rusak, ekor patah-patah terkesan tidak mempunyai ekor, atas dan bawah paruh luka, jadi kalau dilihat seperti burung botak, grubag-grubug tak mau diam. Ketika saya tanya apakah sudah bunyi, temanku menjawab jangankan bunyi, diam aja tidak mau.. karena teman sudah berulang kali menawarkan untuk membawanya pulang, burung decu tersebut jadi juga saya boyong ke rumah menggantikan kacer bahanku yang kabur gara-gara kerodong.
Dan ternyata memang benar apa yang dikatakan temanku, si Decu memang tak mau diam, liar dan grubag-grubug jika melihat atau aku dekati sampai-sampai luka di atas dan di bawah paruhnya tidak sembuh-sembuh. Saya coba terapi dengan mandi semprot pake sprayer sampai basah kuyup, ternyata hanya diam ketika bulunya basah, dan ketika bulunya kering kembali lagi ke kebiasaannya, begitu begitu lagi ketika saya ulangi sampai kasihan karena burung malah terlihat seperti sakit, diam gemetar menahan dingin.
Saya coba resep ekstrim kedua, yaitu membiarkannya dalam kondisi lapar, ketika sore sepulang nguli atau hari libur, burung saya gantang di belakang rumah tanpa diberi makan, hanya air yang saya sediakan, kemudian selang beberapa jam

