Kemladean si Cabe Rawit

Burung Cabe-cabean atau ada juga yang menyebutnya Kemladean, Brambangan atau Cengis, merupakan jenis burung pemakan buah, makanan favoritnya yakni buah benalu kemladean atau buah kersen/talok/ceri-cerian, memiliki postur tubuh yang kecil imut dan unyu-unyu seukuran burung pleci. Kepala leher dan punggung berwarna merah untuk kemladean berjenis kelamin cowok dan abu-abu agak kehijauan untuk kemladean berjenis kelamin cewek. Burung yang gampang stres dan mudah mati jika dipelihara ini ternyata memiliki kicauan yang indah hampir sama dengan nyanyian pleci, indah dan mengalun. Hal ini saya ketahui ketika lagi ngadem di bawah pohon ngebul-ngebul sambil nungguin sapa tau pleciku yang kabur pulang.

Awalnya cuma terdengar crecetan emprit dan burger bersautan karena burung-burung ini yang sedari tadi sibuk mondar-mandir bergantian keluar masuk pohon, ketika emprit dan burger berhamburan kabur meninggalkan pohon, tiba-tiba datang sepasang cabe-cabean hinggap tak jauh di atasku.

Tadinya cuek aja ga saya perhatiin karna dah biasa banget liat burung ini nyolong buah ceri depan rumah. Lagian saya juga udah gag tertarik miara burung ini karena tiap kali miara selalu saja mati, baik dari lolohan maupun yang udah berumur full merah.

Entah apa yang lagi diobrolin oleh sepasang cabe-cabean ini, ketika si jantan teriak dengan teriakan khasnya sambil bersihin bulu dan mberakin kakiku, tiba-tiba si betina kabur. Tadinya saya pikir si jantan bakal mengejar betina tapi ternyata malah berdendang ria berkico-kico indah diselingi suara khasnya yang crececet cuiiiitttt.

Saya masih belum percaya kalo yang berkicau itu cabe-cabean, mata menyapu ke ranting-ranting pohon untuk memastikan (untung gag kelilipan .. hehe) berharap yang nyanyi itu pleciku yang kabur tapi ternyata memang benar itu si cabe-cabean.

Tidak nyangka banget ternyata cabe-cabean bisa berkico juga, saya pikir cuma bunyi krek krek krek cerecet cuiiittt gitu aja.. tapi ternyata saya telah berburuk sangka dan meremehkannya. Dan sepertinya memang aku harus menarik ucapanku yang kataku ga bakal mo miara burung ini lagi.. semoga saja lekas dapet yg merah dan sukses miaranya..

No comments:

Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #part 10

Ketika Sogon membuka matanya, ia justru melihat Kacer mulai sadarkan diri, berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya ke rimbunan daun yang t...