Friday, May 20, 2016

Mancing Lunjar Andong di Sungai Air Keruh

Saya pernah menulis tentang cara membuat umpan jitu untuk mancing ikan wader/lunjar berikut cara membuat membuat pancing ombyoknya, pancing ombyok memang terbukti yahud untuk menangkap atau memancing ikan dari suku (famili) Cyprinidae atau lebih dikenal wader/lunjar, bisa juga untuk menangkap ikan tawes, kepek, srepeng, paray

Minggu, 15 Mei 2016 saya mencoba menggunakan pancing ombyok ini untuk mancing ikan wader di sungai dengan air yang keruh, karena beberapa hari belakangan sungai tersebut sering banjir.

Niat awalnya sebenarnya ingin mencoba mancing ikan lele dan bawal, karena di sungai

Wednesday, March 16, 2016

Pengembunan untuk Burung Pleci

Di sini saya hanya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman saya melakukan pengembunan untuk burung kicauan saya termasuk pleci/kacamata yang saya pelihara, Pengembunan sendiri artinya menggantang burung pada pagi hari sebelum matahari terbit di tempat terbuka di luar ruangan/di luar rumah. Saya memelihara burung pleci hanya sekedar menyalurkan hobi dan sedikit bercita-cita utuk memiliki pleci yang bisa bunyi sampai buka paruh. Pleci tersebut bukan orientasi untuk dilombakan karena saya lebih PD jadi penonton kontes burung. Jadi ya cara merawatnyapun masih amatir.

Saya mempunyai 3 ekor burung kacamata/pleci dari jenis yang berbeda yakni pleci Dabu, Pleci Dada Kuning Mata Putih atau ada yang menyingkat Dakun Maput, dan Kacamata Jawa. Dari ketiga burung tersebut hanya dua yang sudah rajin bunyi yaitu pleci Dakun Maput dan Kacamata Jawa, rajin bunyi ketika digantang di dalam rumah atau di luar rumah saat suasana sepi. Ketiga burung ini saya adopsi dan saya pilih dari ombyokan minggu awal bulan Februari 2016, menggantikan 2 ekor pleciku sebelumnya yang lepas dan mati disambar ikan bawal di kolam belakang rumah. Saat dibeli dakun maput dan kacamata jawa kondisi ekornya brondol dan belum mau bunyi sama sekali kecuali suara panggilan alamnya saja.

Sebenarnya tidak nyambung miara 3 ekor pleci dari jenis yang berbeda karena

Monday, March 14, 2016

Umpan Jitu untuk Mancing Ikan Wader- Beunter

Ikan Wader/lunjar (#jawa) atau Beunter atau ada juga yang menyebutnya cere atau paray ikan dari suku Cyprinidae , ada dua jenis yang biasa dan sering kita jumpai yakni wader cakul dan wader pari (#jawa) walaupun ada beberapa spesies lain yang serupa dengan ikan ini. Ikan jenis ini sering dijumpai di selokan sawah, sungai, di danau atau di rawa-rawa, dan pada umumnya memiliki ukuran yang tidak terlalu besar. Ikan ini hidup bergerombol, ketika ada umpan/makanan mereka langsung berebut dan mengerubuti pakan/makanan tersebut, kebiasaan inilah yang memudahkan kita untuk menangkap ikan jenis ini. Walaupun ikannya tidak terlalu besar tapi sambaran umpannya cukup kuat sehingga kadang kita merasa kaget ketika umpan disambar, inilah yang menjadi keasyikan tersendiri bagi mereka yang hobi memancing. Saya akan coba menjelaskan teknik sederhana dan umpan yang jitu untuk memancing ikan wader/beunter yang biasa saya gunakan. Cara dan umpan ini sangat terbukti ampuh untuk memancing ikan jenis ini, saya menyebutnya dengan pancing ombyok.

Pancing Ombyok merupakan rangkaian pancing dengan lebih dari satu mata pancing, biasanya dipasang 3 - 5 mata pancing yang dipasang secara OMBYOK (#jawa - dalam bahasa indonesianya saya kurang tau secara tepatnya disebut apa :D mungkin gerombol kali ya :).. ). Pancing yang biasa saya gunakan yakni pancing yang berwarna kuning nomor 0,5 atau 1. Saya pernah mencoba dengan pancing warna hitam dengan ukuran yang sama tapi hasilnya kurang maksimal, jika dibandingkan

Thursday, December 10, 2015

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan sambil main burung

Akhirnya bisa kejamah lagi ni blog hehe.. setelah vacuum beberapa bulan atau malah tahunan gag nyolek blog ini :D.. sebagai awalnya saya mau bercerita bukan mengenai burung , melainkan tentang beberapa hal yang saya lakukan beberapa bulan belakangan ini, termasuk bisnis online yang lumayan menghasilkan dollar, disamping bantu istri menemani jagoan kecilku Benedict Army yang kini berusia 17 bulan, repot ternyata punya anak cowo.. gag bisa anteng, apa saja dimainin, termasuk satu buah laptop yang rusak karna di injak-injak dan dipukul pake mainannya :( nombok deh.. tapi it’s Ok maklum sajalah namanya juga anak kecil, tingkah polah dan apapun yang dilakukannya tetap saja membuat kebahagiaan tersendiri.. Cepat besar ya nak, semoga bertumbuh menjadi pribadi yang baik, dan berguna bagi sesama..

Sebelum saya cerita tentang beberapa hal lain yang mengisi waktu luangku belakangan ini, saya akan coba update dulu momongan di rumah, setelah dikurangi beberapa ekor yang sudah saya lipat jadi beberapa lembaran merah. Sebenarnya hampir

Monday, September 22, 2014

Cara Menangkap Anak Burung di Alam

Menangkap burung di alam memang bukan hal yang mudah, tapi akan bisa kita lakukan dengan mudah apabila kita mempunyai teknik atau cara untuk menangkapnya. Cara yang paling sering digunakan yakni dengan menggunakan Jaring, lem/perekat, atau kandang jebakan, ada juga dengan cara yang sadis yakni dengan menggunakan kail/pancing kecil. Saya tidak akan menjelaskan hal tersebut satu persatu karena disini saya akan coba berbagi pengalaman bagaimana cara menangkap anak burung yang sudah keluar sarang dengan menggunakan Kala/Kolo yang dalam bahasa Indonesia entahlah itu disebut apa :D.. mudah-mudahan nanti setelah lihat gambarnya akan tahu apa itu namanya..

Anak burung yang sudah keluar sarang kalau di alam biasanya cuek atau tidak mudah panik kalau melihat kita, kepolosan anak burung inilah yang memudahkan kita untuk menangkap burung tersebut, ditambah lagi kekuatan terbangnyapun masih belum sempurna, jadi kita dapat terus mengawasi gerak gerikya. Dulu ketika masih ababil eh ABG maksudnya :D waktu masih tinggal di rumah orangtua di sebuah desa di daerah Cilacap Jawa Tengah, kebetulan desaku punya banyak fasilitas umum seperti sungai, kebun kosong dan hutan, jadi saya bisa sering menggunakan fasilitas tersebut untuk melampiaskan hobi memancing dan berburuku.. Saya sering berburu anakan burung dengan menggunakan teknik ini di hutan pinus atau kebun2 kosong di pinggiran desa. Anakan burung yang sering saya tangkap waktu itu seperti Cendet, Cerucuk, Kutilang, burung madu, prenjak, sirtu/cipow, burung kacamata, ciblek, mantenan, brambangan/cabe-cabean dan masih banyak juga jenis burung yang saya belum tahu namanya.. maklum sajalah namanya juga tinggal di desa mo nyari burung jenis apapun masih melimpah.

Cara menangkap anakan burung yang sudah terbang keluar sarang bisa menggunakan kala/kolo/jerat yang terbuat dari lidi janur kelapa yang masih kuning/muda, karena lidi dari janur kelapa yang kuning akan lebih kuat dan tahan putus ketika kita bentuk menjadi kala/kolo/jeratan, apalagi kalo kita layukan/keringkan terlebih dahulu. Jika lidi sudah siap maka mulailah bentuk kolongan/ikatan sulam bulat kecil di ujung lidi untuk membuat kolongan besar #sulit diungkapkan dengan kata-kata .. :D yang penting harus menjadi seperti gambar berikut

Wednesday, December 11, 2013

Mitos Burung Gagak

Saya dulu pernah di marahi sehari semalem lebih berjam-jam oleh mbahku gara-gara nembak burung ini di kuburan, tadinya saya niatannya berburu bajing/tupai, cuma kok sepi tidak seperti biasanya.. tiba tiba burung ini melintas dan hinggap di atas pohon dekatku, tanpa babibu saya arahkan senapan anginku ke arah gagak/gaok malang itu.. sekali tembak saja burung dah jatoh tak bergerak di bawah pohon, saya ambil dan saya bawa pulang, tapi sampe rumah malah dimarahi habis-habisan oleh bapak simbok ro simbahku ro pakde budhe, paman bibi sak pranak-pranakane.. kabeh do mecucu ngedumel jare ora ilok.. padahal niatnya sampe rumah mo tak bubuti #cabuti bulunya.. trus digoreng buat lauk malah diumprengi kaluargo sak ndayak.. :D.

Menurut wejangane simbah burung Gagak itu katanya burung keramat di tanah jawa, burung pertanda kematian, ingon-ingonane genderuwo.. menurut mitosnya kalo ada Burung Gagak berputar putar di atas rumah atau terbang melintas di atas rumah konon akan ada penghuni rumah yang segera meninggal. Kedatangan Gagak di perkampungan atau sekitar perumahan merupakan suatu tanda bahwa di tempat itu akan ada makhluk yang jadi bangkai atau pertanda akan ada orang yang meninggal. Menurut kepercayaan sebagian Orang Jawa #simbahku termasuk salah satunya.. kata mbahku kalau ada orang yang sedang sakit lalu terdengar suara burung Gagak Hitam mondar mandir di sekitar rumah atau desa, itu menandakan orang yang sakit akan segera meninggal. Sehabis kejadian itu saya takut bersinggungan dengan burung ini, bukan takut akan mitosnya tapi takut dimarahi simbah sak anak putune kalo aku nembak burung ini lagi :D

sumber gambar di sini