Wednesday, March 16, 2016

Pengembunan untuk Burung Pleci

Di sini saya hanya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman saya melakukan pengembunan untuk burung kicauan saya termasuk pleci/kacamata yang saya pelihara, Pengembunan sendiri artinya menggantang burung pada pagi hari sebelum matahari terbit di tempat terbuka di luar ruangan/di luar rumah. Saya memelihara burung pleci hanya sekedar menyalurkan hobi dan sedikit bercita-cita utuk memiliki pleci yang bisa bunyi sampai buka paruh. Pleci tersebut bukan orientasi untuk dilombakan karena saya lebih PD jadi penonton kontes burung. Jadi ya cara merawatnyapun masih amatir.

Saya mempunyai 3 ekor burung kacamata/pleci dari jenis yang berbeda yakni pleci Dabu, Pleci Dada Kuning Mata Putih atau ada yang menyingkat Dakun Maput, dan Kacamata Jawa. Dari ketiga burung tersebut hanya dua yang sudah rajin bunyi yaitu pleci Dakun Maput dan Kacamata Jawa, rajin bunyi ketika digantang di dalam rumah atau di luar rumah saat suasana sepi. Ketiga burung ini saya adopsi dan saya pilih dari ombyokan minggu awal bulan Februari 2016, menggantikan 2 ekor pleciku sebelumnya yang lepas dan mati disambar ikan bawal di kolam belakang rumah. Saat dibeli dakun maput dan kacamata jawa kondisi ekornya brondol dan belum mau bunyi sama sekali kecuali suara panggilan alamnya saja.

Sebenarnya tidak nyambung miara 3 ekor pleci dari jenis yang berbeda karena

Monday, March 14, 2016

Umpan Jitu untuk Mancing Ikan Wader- Beunter

Ikan Wader/lunjar (#jawa) atau Beunter atau ada juga yang menyebutnya cere atau paray ikan dari suku Cyprinidae , ada dua jenis yang biasa dan sering kita jumpai yakni wader cakul dan wader pari (#jawa) walaupun ada beberapa spesies lain yang serupa dengan ikan ini. Ikan jenis ini sering dijumpai di selokan sawah, sungai, di danau atau di rawa-rawa, dan pada umumnya memiliki ukuran yang tidak terlalu besar. Ikan ini hidup bergerombol, ketika ada umpan/makanan mereka langsung berebut dan mengerubuti pakan/makanan tersebut, kebiasaan inilah yang memudahkan kita untuk menangkap ikan jenis ini. Walaupun ikannya tidak terlalu besar tapi sambaran umpannya cukup kuat sehingga kadang kita merasa kaget ketika umpan disambar, inilah yang menjadi keasyikan tersendiri bagi mereka yang hobi memancing. Saya akan coba menjelaskan teknik sederhana dan umpan yang jitu untuk memancing ikan wader/beunter yang biasa saya gunakan. Cara dan umpan ini sangat terbukti ampuh untuk memancing ikan jenis ini, saya menyebutnya dengan pancing ombyok.

Pancing Ombyok merupakan rangkaian pancing dengan lebih dari satu mata pancing, biasanya dipasang 3 - 5 mata pancing yang dipasang secara OMBYOK (#jawa - dalam bahasa indonesianya saya kurang tau secara tepatnya disebut apa :D mungkin gerombol kali ya :).. ). Pancing yang biasa saya gunakan yakni pancing yang berwarna kuning nomor 0,5 atau 1. Saya pernah mencoba dengan pancing warna hitam dengan ukuran yang sama tapi hasilnya kurang maksimal, jika dibandingkan

Monday, September 22, 2014

Cara Menangkap Anak Burung di Alam

Menangkap burung di alam memang bukan hal yang mudah, tapi akan bisa kita lakukan dengan mudah apabila kita mempunyai teknik atau cara untuk menangkapnya. Cara yang paling sering digunakan yakni dengan menggunakan Jaring, lem/perekat, atau kandang jebakan, ada juga dengan cara yang sadis yakni dengan menggunakan kail/pancing kecil. Saya tidak akan menjelaskan hal tersebut satu persatu karena disini saya akan coba berbagi pengalaman bagaimana cara menangkap anak burung yang sudah keluar sarang dengan menggunakan Kala/Kolo yang dalam bahasa Indonesia entahlah itu disebut apa :D.. mudah-mudahan nanti setelah lihat gambarnya akan tahu apa itu namanya..

Anak burung yang sudah keluar sarang kalau di alam biasanya cuek atau tidak mudah panik kalau melihat kita, kepolosan anak burung inilah yang memudahkan kita untuk menangkap burung tersebut, ditambah lagi kekuatan terbangnyapun masih belum sempurna, jadi kita dapat terus mengawasi gerak gerikya. Dulu ketika masih ababil eh ABG maksudnya :D waktu masih tinggal di rumah orangtua di sebuah desa di daerah Cilacap Jawa Tengah, kebetulan desaku punya banyak fasilitas umum seperti sungai, kebun kosong dan hutan, jadi saya bisa sering menggunakan fasilitas tersebut untuk melampiaskan hobi memancing dan berburuku.. Saya sering berburu anakan burung dengan menggunakan teknik ini di hutan pinus atau kebun2 kosong di pinggiran desa. Anakan burung yang sering saya tangkap waktu itu seperti Cendet, Cerucuk, Kutilang, burung madu, prenjak, sirtu/cipow, burung kacamata, ciblek, mantenan, brambangan/cabe-cabean dan masih banyak juga jenis burung yang saya belum tahu namanya.. maklum sajalah namanya juga tinggal di desa mo nyari burung jenis apapun masih melimpah.

Cara menangkap anakan burung yang sudah terbang keluar sarang bisa menggunakan kala/kolo/jerat yang terbuat dari lidi janur kelapa yang masih kuning/muda, karena lidi dari janur kelapa yang kuning akan lebih kuat dan tahan putus ketika kita bentuk menjadi kala/kolo/jeratan, apalagi kalo kita layukan/keringkan terlebih dahulu. Jika lidi sudah siap maka mulailah bentuk kolongan/ikatan sulam bulat kecil di ujung lidi untuk membuat kolongan besar #sulit diungkapkan dengan kata-kata .. :D yang penting harus menjadi seperti gambar berikut

Wednesday, December 11, 2013

Mitos Burung Gagak

Saya dulu pernah di marahi sehari semalem lebih berjam-jam oleh mbahku gara-gara nembak burung ini di kuburan, tadinya saya niatannya berburu bajing/tupai, cuma kok sepi tidak seperti biasanya.. tiba tiba burung ini melintas dan hinggap di atas pohon dekatku, tanpa babibu saya arahkan senapan anginku ke arah gagak/gaok malang itu.. sekali tembak saja burung dah jatoh tak bergerak di bawah pohon, saya ambil dan saya bawa pulang, tapi sampe rumah malah dimarahi habis-habisan oleh bapak simbok ro simbahku ro pakde budhe, paman bibi sak pranak-pranakane.. kabeh do mecucu ngedumel jare ora ilok.. padahal niatnya sampe rumah mo tak bubuti #cabuti bulunya.. trus digoreng buat lauk malah diumprengi kaluargo sak ndayak.. :D.

Menurut wejangane simbah burung Gagak itu katanya burung keramat di tanah jawa, burung pertanda kematian, ingon-ingonane genderuwo.. menurut mitosnya kalo ada Burung Gagak berputar putar di atas rumah atau terbang melintas di atas rumah konon akan ada penghuni rumah yang segera meninggal. Kedatangan Gagak di perkampungan atau sekitar perumahan merupakan suatu tanda bahwa di tempat itu akan ada makhluk yang jadi bangkai atau pertanda akan ada orang yang meninggal. Menurut kepercayaan sebagian Orang Jawa #simbahku termasuk salah satunya.. kata mbahku kalau ada orang yang sedang sakit lalu terdengar suara burung Gagak Hitam mondar mandir di sekitar rumah atau desa, itu menandakan orang yang sakit akan segera meninggal. Sehabis kejadian itu saya takut bersinggungan dengan burung ini, bukan takut akan mitosnya tapi takut dimarahi simbah sak anak putune kalo aku nembak burung ini lagi :D

sumber gambar di sini

Wednesday, November 20, 2013

Burung Kedasih Pembawa Sial

Burung kedasih burung pembawa malapetaka dan pembawa sial.. begitu kata orang-orang, termasuk orangtua, simbah dan tetangga-tetanggaku.. burung kedasih burung yang ora ilok di ingu ( tidak boleh dipelihara) begitu kata mbahku, ketika saya pengin tahu lebih jauh alasannya kenapa kok tidak boleh dipelihara.. mbahku hanya menjawab "poko'e ora ilok ya ora ilok.. dikandani kok ngeyel.." (kalo di indonesiakan kurang lebihnya " pokoknya ga boleh ya ga boleh.. dibilangin kok ngeyel"). Itu sebenernya alasan yg bikin aku tidak mempercayai mitos burung kedasih seperti kata mbahku, karena mbahku sendiri tidak bisa memberikan alasan yang jelas kenapa burung kedasih tidak boleh dipelihara,

Tuesday, November 19, 2013

Kalo Berani Satu-Satu

Siang sedikit mendung nampak si buta dari gua hantu, wiro dan brama sedang asyik nangkring di atas pohon memetik buah rambutan di kebun milik mak lampir.. saking asyiknya mereka berempat dengan kliwon monyetnya si buta, tidak menyadari kalo ternyata mak lampir sudah sedari tadi mengawasinya dari seberang sungai.. sebelum akhirnya " Heh kalian.. awas ya! berani bener, kalian nyolong buah rambutan saya ! " teriak mak lampir dengan suara khasnya. mendengar teriakan mak lampir mereka berempat segera kabur.. wiro kabur dengan jurus kaki seribu bayangan dan brama kabur naik burung rajawalinya, sementara itu si buta dengan gugup buru-buru turun melorot dari atas pohon karena tadinya dia naik dibantu wiro dan brama. sesampai di bawah si buta buru-buru mengambil tongkatnya dan lari meninggalkan tempat itu. " Awas kalian.. belum tau siapa saya yah.. hai pengikutku kejar merekaaaa!!" teriak mak lampir menakuti si buta, karena sebenernya mak lampir cuma sendirian. Mendengar teriakan mak lampir si buta langsung lari terbirit-birit dan masuk ke dalam kebun pisang milik mardian.. jatuh bangun bag big bug si buta lari sambil nambrak-nabrak pohon pisang.. merasa lelah dan emosi karena berulang kali jatuh akhirnya si butapun berdiri pasang kuda-kuda menghadap memutar kesekeliling sambil berteriak dan menunjuk-nunjuk " heh kalian semua anak buah mak lampir!! beraninya main keroyokan!! sini kalo berani maju satu-satu.. perlu kalian ketahui, saya tadi makan buah rambutannya cuma dua biji doang.. kenapa saya yang dikeroyok!! pengecut kalian!!" teriak si buta sambil menunjuk-nunjuk pohon pisang disekelilingnya.. karena memang dari tadi tidak ada yang mengejarnya, si buta jatuh berulang kali karena nabrak pohon pisang. hehe.. payah si buta pohon pisang ditantangin..