Cintaku bersemi di balik Jeruji Kandang #Part 7

"Tenang Ragil, kita akan baik-baik saja " teriak sulung menenangkan adik-adiknya, padahal dalam hatinya memiliki kekawatiran yang sama

Beberapa waktu tergantung, tiba-tiba mereka seperti terayun dengan sangat kuat, tubuh tergoncang seperti terombang ambing, sebelum akhirnya mereka tak berkutik ketika di cengkeram oleh mahluk itu

Tamat riwayat kita kak!! teriak Kacer

sulung hanya terdiam dan menatap kedua adiknya dengan perasaan sedih

cerita sebelumnya bisa dibaca di sini .............................................

Mata kacer tiba-tiba terbelalak ketika hembusan angin basah dan dingin bertiup cukup kencang di samping kepala, seperti ingin menyadarkannya dari lamunan masa lalu, angin itu berulang-ulang bertiup mengelilingi tubuh kacer.

Kacer mulai beranjak keluar dari bawah karamba mandi ketika melihat diluar tempat berlindungnya sudah tidak ada lagi guyuran air hujan, dengan langkah terseok-seok menahan dingin dan berat tubuh karena bulunya yang basah kuyup, dia perlahan melangkahkan kaki berjalan keluar, tubuhnya mulai merasakan udara yang dingin dan sangat sejuk, seperti berada di dunia yang baru, dia melihat ke sekeliling tempatnya berdiri

Karena masih belum bisa terbang, kacer hanya melompat ke atas tumpukan dua batu bata, setelah menemukan posisi yang nyaman untuk berdiri dia mulai menyisir, mengeringkan bulu-bulunya dengan paruh.

Beberapa kali dia mengepak-ngepakkan sayapnya untuk mengeringkan bulu dan meregangkan otot-otot sayap yang mengkerut karena dingin, setelah hampir pulih seluruh kekuatannya, dia mencoba melompat dan terbang hinggap ke dahan pohon pepaya, walaupun terbangnya sudah tidak segesit seperti dulu, tetapi kacer merasa seperti terlahir kembali sebagai kacer yang dulu gesit dan penggembira.

Dari ujung tangkai daun pepaya tempatnya bertengger, dia memandang ke arah puing-puing jeruji kandang yang selama ini mengurung tubuhnya, ada kebingungan ketika melihat benda itu, ragu untuk memilih antara pergi bebas ke alam atau kembali ke tempat yang selama ini memanjakannya, walaupun tidak bisa terbang bebas, tetapi tidak perlu susah payah berburu, karena makanan dan minuman selalu tersedia.

Beberapa saat kacer hanya diam terpaku,  pikirannya terus dipenuhi dengan aneka kebingungan dan berbagai pertimbangan, di tengah kebingungannya dia berpikir bahwa jika dia kembali ke jeruji kandang, maka hidupnya pasti akan kembali terjamin, walaupun tidak memiliki kebebasan

Jika memutuskan untuk terbang bebas ke alam, maka dia pasti akan memulai hidup baru yang tentunya penuh dengan tantangan, akan tetapi dia memiliki kesempatan untuk mencari Sulung dan Ragil saudaranya, walaupun sepertinya sangat susah, karena pasti sudah mengalami nasib yang sama, terkurung dalam jeruji bambu

Semangat untuk pergi keluar dan memutuskan untuk mencari kedua saudaranya mulai menggebu ketika dia melihat seekor ikan kecil di selokan yang menggelepar-gelepar terjebak di lumpur yang mulai tidak berair, setelah beberapa kali lompatan akhirnya dia berhasil masuk ke aliran air, dan langsung berenang bebas.

Seperti mendapat semangat baru, akhirnya dia terbang meninggalkan pohon pepaya dan melesat bebas menjauh meninggalkan tempat yang selama ini mengurung dirinya.

Kacerpun mulai terbang jauh meninggalkan tempat dimana dia terkurung selama ini, sesekali hinggap di ranting pohon untuk memulihkan tenaga sampai akhirnya dia tiba di sebuah hutan kecil, lebih tepatnya kebun kosong yang ditumbuhi pohon mahoni, sono keling dan laban.

Tidak jauh dari ranting tempatnya bertengger, dilihatnya seekor burung madu sogok ontong sedang sibuk membersihkan bulu yang sepertinya lengket terkena getah buah benalu.

Kacer tersenyum lebar karena mengingatkan dia pada si kolibri yang pura-pura meninggal ketika mendengar kata amnesia, sebelum akhirnya ketawa kacer pecah ketika melihat si sogok ontong jatuh nyungsep ke atas daun ketika sedang membersihan bulu di bagian perut.

Medengar ada yang tertawa keras, si sogok ontongpun buru-buru bangkit dan terbang kembali ke tempat berdirinya, 

"Sial ada yang lihat gw nyungsep!!" gumam sogon dalam hati, kemudian dia melihat sekeliling, sebelum akhirnya pandangannya berhenti ke arah tempat kacer berdiri. Sogok agak gugup dan kaget karena belum pernah melihat burung seperti ini di lingkungannya. "Jangan-jangan dia burung predator, mati gw kalo beneran iya"

Untuk menutupi rasa takut, sogon memberanikan diri untuk bertanya  "Lu yang ngetawain gw?!" tanya sogon dengan nada bertanya tapi berteriak dengan harapan agar si kacer takut dan segan dengan dirinya.

Kacer kemudian melompat mendekat ke arah sogon.

"STOP!!" Awas!! berani mendekat mati kamu!!" sogon berteriak melarang kacer mendekat

Kacer berhenti, kemudian tersenyum ramah, berusaha menunjukan kalau dia bukan jenis burung yang mengancam keberadaan sogon.

Sogon sedikit berlega hati ketika melihat kacer tersenyum, setidaknya dia sedang tidak dalam posisi yang terancam.

Tapi sogon tidak menyadari bahwa posisi dia sekarang sebenarnya dalam posisi yang terancam, jika dia tidak segera sadar maka, bisa dipastikan nyawa dia akan melayang.. sebelum akhirnya... brak!!!

to be continue....................................................................


Moment Langka!! Ternyata begini Kicau Emprit Bondol Liar

Seperti yang kita ketahui sekarang, beberapa waktu belakangan ini burung emprit khususnya dari jenis emprit bondol atau emprit kaji mulai digemari oleh para kicau mania. Banyak dari para penghobi burung yang mencoba memelihara jenis burung ini untuk dilatih berkicau bak seekor kenari. tak hanya itu, burung emprit kaji juga ternyata bisa menirukan suara kicau burung prenjak dan ciblek. berikut moment langka ketika saya hendak memetik cabai di kebun belakang rumah kosong, ternyata ada seekor pejantan liar sedang mengangkut sarang, sambil berkicau, ternyata begini kicau alam burung emprit bondol liar :).

Seperti yang saya tulis sebelumnya tentang cara membedakan jantan dan betina pada Emprit Bondol, Emprit Kaji adalah burung emprit atau pipit yang memiliki warna putih pada bulu di kepala dan leher, serta coklat kemerahan pada bulu sayap, badan, dan ekor.


Sama seperti burung emprit lainnya, Di alam liar, burung emprit kaji akan membangun sarang tidak jauh dari daerah perkebunan atau pertanian, mungkin agar tidak terlalu jauh dari sumber makanan.

Emprit kaji membangun sarang pada ranting pohon tidak terlalu tinggi, bahkan kita kadang bisa dengan mudah melongok isi sarangnya, berbeda dengan emprit peking jalu yang membangun sarangnya berada dipucuk pohon, muncrit kalo dalam istilah orang jawa.

Burung emprit kaji atau emprit bondol di daerah tertentu juga sering ditemui berada di dekat rumah atau pemukiman warga, terkesan jinak-jinak lalat, terkadang membuat sarang dipohon di depan rumah.

Seperti yang saya temui dalam tayangan video di bawah, emprit tampak cuek dengan kehadiranku, dia tetap asik cundal cundil main di tanah dan sesekali hinggap di batang pohon cabai, seperti tidakmenghiraukan kehadiranku

Mungkin disangkanya saya mahluk baik-baik :D :D padahal saya predator burung wkwkwkwk .. belum tau dia kalau sebenarnya saya ingin sekali menangkapny

Mau tau bagaimana kicauan alam burung emprit? berikut boleh disimak videonya, tapi jangan lupa Full kan volume hp atau spiker anda, karena agak sedikit tersensor oleh suara kokok ayam

Cara Ini Cocok Dilakukan Untuk Mencari Uang Tambahan dari Internet dimasa Pandemi, Terbukti Membayar

Halo sahabat kicau menua dan mancing menua :) salam sehat dan sukses selalu untuk kita semua. Mari kita menua bersama dalam satu hobi :D. Pada postingan kali ini NdobolPos akan berbagi cara mudah untuk mencari uang tambahan atau penghasilan tambahan dari internet. Cara Ini Cocok Dilakukan Untuk kita mencari tambahan penghasilan dari Internet dimasa Pandemi, Dijamin Terbukti Membayar.

Caranya cukup mudah yang penting kita niat, serius, tekun dan memiliki HP atau Komputer yang terhubung dengan internet.

Kenapa saya bilang yang penting kita niat, harus serius dan tekun? Walaupun caranya sangat mudah tapi

Nasib si Belut Malam, Sudah kecantol kail masih dikentutin :D

Mancing belut itu Yahud banget tarikannya!! seperti tarik tambang!! apalagi jika sudah kecantol kail, belutnya malah dikentutin :D :D dijamin auto ngakak!! seperti yang saya alami ketika mancing belut malam hari di selokan dekat rumah bareng si kecil.

Mancing belut bisa dilakukan di pagi hari, sore, atau bahkan malam hari, tergantung dari kapan sempatnya kita :D, karena di waktu-waktu inilah belut cenderung lapar. Untuk spot mancing bisa di persawahan, kalen sawah atau di pinggiran sungai, bahkan di selokan dekat rumah, seperti yang saya lakukan, tapi perlu diingat lho ya, tidak semua selokan air dekat rumah itu ada belutnya :D, tergantung dari histori awal tempat tersebut.

Selokan perumahan di Tempat tinggal saya banyak belutnya karena

Cintaku bersemi di balik Jeruji Kandang #Part 6

"Sepertinya aku akan seperti cerucuk.. terbaring kaku di bawah tempat makanku" begitu gumam kacer dalam hati sesaat sebelum terjadi goncangan hebat.

Tubuh Kacer terpental menabrak jeruji kandang, tidak hanya basah, hampir seluruh tubuhnya kotor terkena makanan yang mulai melar dan mencair. Tubuhnya sudah mulai kaku, lidah seperti terkunci tidak bisa berteriak, hanya merintih dengan suara lirih.

Belum sempat mengatur posisi berdiri karena goncangan, tiba-tiba kacer merasa seluruh isi perut seperti bergerak dengan cepat naik ke dada dan seperti hilang keseimbangan, Kacer merasakan tubuhnya tertarik ke atas, susah payah dia mempertahankan posisi berdirinya dengan mencengkeramkan jari kuat-kuat. sebelum akhirnya, benturan dahsyat terjadi.

Kembali tubuh Kacer terpental melewati jeruji kandang yang hancur lalu mendarat empuk di atas rumput gajah gondrong.

Bertahun-tahun sejak dia masuk ke dalam kandang dan menjadi burung rumahan, dia tidak pernah merasakan belaian lembut rerumputan.

Seperti masuk ke lorong waktu, pikiran Kacer tiba-tiba melayang jauh

Untung Tidak Copot, Mancing Wader Malah Dapat si Kumis Berlendir

Untung Tidak Copot, Mancing Wader Malah Dapatnya si Kumis Berlendir 😁 Sebenarnya ini cerita mancing saya beberapa minggu yang lalu, boleh diintip videonya di chanel youtube Kicau Mancing. Hari itu saya kembali mancing #Wader, Setelah beberapa hari off mancing karena hujan dan sungai banjir terus, kali ini mencoba spot baru yang sejuk dan adem di bawah rimbun rumpun bambu. seperti biasa saya menggunakan kail nomor 1 dengan umpan #cacing, untuk menyaring ikan wader biar yang kena yang Babon saja 😁 tapi diluar dugaan, kail kecil dengan umpan cacing secuil ternyata mampu menarik perhatian si kumis berlendir.

Seperti yang pernah saya ceritakan dalam postingan saya sebelumnya kalau mancing wader itu sensasinya sangat luar biasa, walaupun

Ini yang menyebabkan KUTILANG EMASKU Gacor Ngamuk Malam Hari

Hari ini saya off mancing karena seharian hujan dan sungai banjir, spot mancing tidak bersahabat, jadinya ya cari hiburan lain, akhirnya saya seharian mainan burung 😀 mencoba melakukan ritual penjinakan burung Kutilang emas yang belum lama saya adopsi.

Awal saya mengadopsi burung ini karena kebetulan di rumah ada satu kandang kosong, takut angker jadi ya saya isi dengan burung lagi 😀 burung kutilang emas muda hutan menjadi pilihan saya, sekalian untuk mengisi teras depan rumah.

Burung ini saya adopsi dua mingguan yang lalu dari ombyokan, setelah googling tentang ciri-ciri kutilang emas jantan, saya mencoba praktek langsung dengan melihat ciri-ciri seperti yang dijelaskan.

Tetapi pandangan saya dialihkan oleh

Ilmu KIRA-KIRATOLOGI saja tidak cukup, Gunakan Ini Agar Air Kolam Ikan Kamu Tetap Jernih dan berkualitas baik.

Kolam ikan dengan air jernih itu selain sedap dipandang, ikan yang kita pelihara juga makin sehat, lincah, dan terhindar dari penyakit ataupun jamur apalagi kolam yang kita miliki untuk ikan hias, Koi misalnya, kondisi air tetap jernih sepertinya wajib, maka dari itu penting bagi kita untuk menjaga agar kualitas air tetap baik. Perlu diingat bahwa tidak semua air jernih itu kualitasnya baik untuk ikan di kolam. Untuk menjaga agar air tetap jernih dan bening dan memiliki kualitas yang baik untuk ikan, caranya sangat mudah, Saya hanya menggunakan ini untuk menjaga kualitas air kolam.

Kolam nila merah dan nila mujaer di halaman belakang rumah, walaupun berukuran tidak terlalu lebar ini, tapi mampu menjadi tempat hiburan saya setiap hari :D tempat saya nongkrong sambil ngopi dan udud-udud. betah berlama-lama disitu sambil memperhatikan gerak-gerik ikan.

Memasuki musim hujan, untuk kolam di luar ruangan atau di dalam ruangan tapi untuk tadah air hujan seperti punya saya ini, sudah dipastikan debit air selalu berganti atau bertambah karena terisi air hujan. 

Jika hujan sangat deras, air kolam hampir 100 persen berganti dengan air baru, yakni hujan.

Kita sudah tahu seperti apa air hujan itu, yang jelas jernih dan dingin. Menurut Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, setidaknya kandungan utama yang terdapat pada air hujan adalah uap dan H2O. 

Kandungan ini mendominasi pada air hujan sampai 99,9 persen. Pada air hujan juga terdapat Asam Nitrat yang biasanya juga disebut hujan asam. Hujan asam terjadi karena adanya aktivitas manusia maupun alam yang mengakibatkan pencemaran. Misalnya, cerobong asap dari pabrik dan letusan gunung berapi.

Kandungan Asam Sulfat juga terdapat pada air hujan. Jika kandungan ini berlebihan atau tidak normal, bisa mengakibatkan gangguan pada pernapasan manusia.

Nah, dari situ kita bisa melihat atau mengira-ngira, seperti apa kualitas air hujan di tempat kita. makin banyak cerobong pabrik kemungkinan mempengaruhi kualitas air hujan.

Untuk yang awam seperti saya, alat pengukur pH juga tidak ada, saya hanya mengira-ngira saja kualitas air hujan dengan cara memperhatikan perilaku ikan yang berada dalam kolam tadah air hujan.

Jika setelah hujan reda, ikan nila yang saya pelihara secara bersamaan muncul di permukaan sambil buka mulut mengambil udara di permukaan air ( ngep-ngep :D ), berarti kualitas air buruk, walaupun air jernih sekalipun.

Untuk menstabilkan pH air hujan atau air baru di kolam, setelah ada indikasi ikan selalu muncul di permukaan untuk mengambil udara, hampir rata-rata orang  memberi jawaban "pakai garam " namun tidak ada takaran berapa per berapanya, selalu dijawab, sedikit saja atau kira-kira saja. 

Ini yang menurut saya membingungkan, karena  ilmu kira-kiratologi dalam pemberian garam bisa membahayakan ikan, seperti yang saya alami :D karena ilmu kira-kiratologi saya kurang ampuh saat memberi garam di kolam, alhasil ikan pada blingsatan :D malah muncul masalah baru, tubuh ikan nila seperti berlendir. 

Tiba-tiba setelah sepulang mancing, ide gila muncul untuk memperbaiki kualiatas air hujan yang membuat ikan nila pada baris dipermukaan mengambil udara, walaupun sirkulasi air berjalan terus.

Saya waktu itu berfikir, kenapa ikan di sungai dengan air hujan dan keruh ketika banjir saja tidak ngep-ngep atau muncul di permukaan. kok di kolam yang airnya jernih ikannya ngep-ngep?

Akhirnya saya melakukan uji coba menggunakan sedikit tanah untuk saya masukan ke dalam kolam.

Kolam dengan ukuran PLT 2 x 1,8 x 90 saya beri  tanah liat sebesar setengah bola pingpong. saya bagi dua, saya taruh langsung di kolam dan saya taruh di wadah sirkulasi air.

Alhasil air kolam pun berangsur-angsur jadi keruh :D 

Tapi WAIT... setelah beberapa saat , tidak sampai satu jam dengan sirkulasi air tetap berjalan, ternyata ikan sehat kembali, tidak muncul dipermukaan untuk mengambil udara, tapi kembali lagi ke dasar air.

SAYA TIDAK MEREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA MENCOBANYA, karena lagi-lagi ini juga ilmu Kira-kiratologi :D 

Tapi jika anda ingin bereksperimen menggunakan tanah untuk kolam anda seperti yang saya lakukan, boleh-boleh saja.

Tapi Jangan lupa, Yang terpenting adalah Sirkulasi air. 

KALO YANG INI SILAHKAN DICOBA!!




saya menggunakan pompa air untuk ketinggian 2 meter, saya alirkan ke wadah sirkulasi dari talang plastik yang saya tupup di kedua ujungnya, lalu ujung untuk keluar air saya beri beberapa lobang kecil dibagian bawahnya.

Untuk media filtrasinya saya menggunakan saput saringan aquarium, batu kerikil, arang dan busa spons. dengan posisi meletakannya selang-seling. Batu kerikil dan arang dibagian tengah. 

dengan sirkulasi dan saringan seperti itu, ternyata membuat air kolam tetap jernih dan kualitas air terjaga.

Boleh simak video saya di chanel youtube Kicau Mancing :)




Cintaku Bersemi di Balik Jeruji Kandang #part 10

Ketika Sogon membuka matanya, ia justru melihat Kacer mulai sadarkan diri, berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya ke rimbunan daun yang t...